Senin, 18 Juni 2012
Minggu, 10 Juni 2012
MEMAKNAI CINTA
Apa itu cinta, dan bagaimana definisnya dan apa keinginan cinta itu
sendiri, ternyata manusia selalu menerjemahkan sesuai dengan selera dan
sudut pandang diri mereka sendiri, tidak pernah melihat cinta dari sudut
pandang orang lain, ini lah yang menjadikannya bias dan kehilangan
makna bahkan ruh cinta itu sendiri.
Kaum komunis memandang cinta adalah hilangnya kelas sosial dalam masyarakat, dimana tidak ada orang kaya dan miskin. semua bekerja untuk kepentingan bersama, begitu kira-kira manifesto cinta yang mereka impikan. Kaum kapitalis memandang cinta adalah terpenuhinya hak-hak individu tanpa melihat hak individu yang lain tertindas dan sengsara. Kaum sekuleris memandang cinta adalah penguasa tidak boleh mencampuri urusan Tuhan di muka bumi dan Tuhan harus pergi dari lingkungan kekuasaan. Dan para liberalis menerjemahkan cinta dengan menyerahkan benar dan salah dalam timbangan mata manusia tanpa intervensi kebenaran dan kegelapan di dalamnya.
Itulah sudut pandang cinta dari berbagai ideologi, bila di pelajari mereka sebenarnya kehilangan citarasa dalam memandang cinta, cinta tidak didudukkan ditempat yang semestinya tanpa intervensi akal dan perasaaan manusia yang penuh nafsu dan kepentingan dalam memaknai cinta.
Tapi cinta yang paling unik adalah seperti cinta yang di gambarkan seorang penya’ir yang namanya harum di timur dan di barat,cinta yang harus bersanding antara air kehidupan dan pedang, dimana dua hal yang berlainan adalah satu, semua karena cinta, mari kita selami kata perkata agar kita lebih merasakan cinta yang mengabadi.
Kaum komunis memandang cinta adalah hilangnya kelas sosial dalam masyarakat, dimana tidak ada orang kaya dan miskin. semua bekerja untuk kepentingan bersama, begitu kira-kira manifesto cinta yang mereka impikan. Kaum kapitalis memandang cinta adalah terpenuhinya hak-hak individu tanpa melihat hak individu yang lain tertindas dan sengsara. Kaum sekuleris memandang cinta adalah penguasa tidak boleh mencampuri urusan Tuhan di muka bumi dan Tuhan harus pergi dari lingkungan kekuasaan. Dan para liberalis menerjemahkan cinta dengan menyerahkan benar dan salah dalam timbangan mata manusia tanpa intervensi kebenaran dan kegelapan di dalamnya.
Itulah sudut pandang cinta dari berbagai ideologi, bila di pelajari mereka sebenarnya kehilangan citarasa dalam memandang cinta, cinta tidak didudukkan ditempat yang semestinya tanpa intervensi akal dan perasaaan manusia yang penuh nafsu dan kepentingan dalam memaknai cinta.
Tapi cinta yang paling unik adalah seperti cinta yang di gambarkan seorang penya’ir yang namanya harum di timur dan di barat,cinta yang harus bersanding antara air kehidupan dan pedang, dimana dua hal yang berlainan adalah satu, semua karena cinta, mari kita selami kata perkata agar kita lebih merasakan cinta yang mengabadi.
Titik yang berkilau yang disebut diri
Selalu memendarkan percikan kehidupan didalam tubuh kita.
Melalui cinta ia semakin bertahan,
Semakin hidup semakin kukuh, dan semakin berkilau.
Melalui cinta esensinya berkobar
Dan perbendaharaan tresembunyinya berkembang
Diri membutuhkan api dari cinta
Dan belajar bagaimana mencahayai cahaya dengan api.
Adalah cinta yang membawa kedamaian dan
begitupun dengan konflik di dunia ini
Cinta adalah air kehidupan dan juga adalah pedang tajam
Belajar seni menjadi pencinta dan berhasrat mencinta.
Berjuang mencapai mata Nuh dan
Mengidamkan hati Ya’qub.
Menyingkap alkimia di tangan berlumpur
Dan mencium gerbang kemuliaan.

www.filsafat.kompasiana.com
Selalu memendarkan percikan kehidupan didalam tubuh kita.
Melalui cinta ia semakin bertahan,
Semakin hidup semakin kukuh, dan semakin berkilau.
Melalui cinta esensinya berkobar
Dan perbendaharaan tresembunyinya berkembang
Diri membutuhkan api dari cinta
Dan belajar bagaimana mencahayai cahaya dengan api.
Adalah cinta yang membawa kedamaian dan
begitupun dengan konflik di dunia ini
Cinta adalah air kehidupan dan juga adalah pedang tajam
Belajar seni menjadi pencinta dan berhasrat mencinta.
Berjuang mencapai mata Nuh dan
Mengidamkan hati Ya’qub.
Menyingkap alkimia di tangan berlumpur
Dan mencium gerbang kemuliaan.
www.filsafat.kompasiana.com
Sabtu, 09 Juni 2012
Air Mata Ini
Senyuman buat kekasihku..
Karena aku tak bisa tersenyum..
dengan kebahagiaan,..
semua itu tersimpan,..
semua itu tersimpan,..
terkubur,..
tertumpuk kerikil ketajaman kesediahan,..
ku meronta ingin berteriak,.
sesak yang ku rasakan,..
gerah dengan senyuman...
iri dengan kebahagiaan yang orang lain dapatkan,..
ku hanya berbisik ,..
Lewat angin yang berhembus kadang-kadang,..
hanya untuk menyampaikan,..
* "CIUM" {Cinta Ini UtukMu}*
Sabtu, 02 Juni 2012
Maaf Aku Tak Bisa Kembali Ke Pelukanmu
sejuta cinta tak akan membuatku kembali padamu,..
serangakaian kata-kata yang kau ucap..
serangakaian kata-kata yang kau ucap..
tak akan mampu meluluhkan hati ini...
hati ini terlalu sakit karna dirimu,..
kesetiaan yang ku berikan telah kau sia-siakan,,.
di belakangku kau 3kan ku,..
di belakangku kau 3kan ku,..
kau hianati cinta kita,..
sekarang kau bermohon kepadaku,.
untuk kembali kepelukanmu,..
bermohon-mohnlah kepada allah s.w.t..
karna allah akan memberi petunjuk untukmu.,,,
sekarang kita jalanin aja dengan apa adanya,..
karna kita tak mungkin bersatu...
seperti dahulu kala..
Maaf aku tak bisa kembali ke pelukanmu
Langganan:
Postingan (Atom)